Aku adalah aku yang berjalan dijalan ku sendiri, tak tau orang lain menginginkan apa aku hanya tau apa tujuan ku.
Aku adalah aku yang takkan pernah melupakan masalalu, dimana sebagai jembatan menuju masa sedetik kemudian dan terus tertinggal menjadi masalalu.
Aku adalah aku, cerita dimana aku menyesali perbuatan masa kecilku, kemudian aku menyadari yang berarti sekarang bukan lah sekedar nyawaku tapi kebahagiaan orang tua ku.
Aku adalah aku, akan selalu bercerita kepada mereka yang perlu aku ceritakan, dimana aku semenjak kecil sudah berusaha semaksimal mungkin, namun kehidupan itu tak semudah yang hanya kau bayangkan.
Aku adalah aku, yang terkadang terdiam disaat angin menghempaskan rasanya kepadaku. dan mulai pikiranku kembali kepada masalalu.
Aku adalah aku, yang sekarang mulai beranjang dewasa, tak lama kemudian aku akan menua.
Aku adalah aku, akan meninggalkan jejak diujung senja.
Aku adalah aku, Berharap masa senjaku lebih bermakna dengan mereka keluargaku.....
Secarik Cerita
Senin, 24 Oktober 2016
Minggu, 28 Agustus 2016
Benar tak selalu baik ?
Benar tak selalu baik ?
itu mungkin judul yang bakalan buat kalian bingung, atau tak bingung jika sudah mengalaminya !
okk kali ini gua akan cerita pengalam gua masalah hal tersebut dimana ketika kebenaran malah dianggap buruk,, sampai sampai gua harus di jauhi hampir satu kelas kuliah gua,, bukan karna gua salah hanya karna ketika lo berbuat kebenaran dan malah lo yang jadi sasaran pemitnahan. mereka tahu kita benar tapi mereka diam seperti hal nya negara ini ketika mereka berkuasa mereka dapat melakukan segalanya. seperti domba yang digiring masuk kandang dan menunggu untuk di pangkas bulunya atau dijadikan daging kurban. ketika kalian masih dipangkas bulu bulukalian bersyukurlah kalian masih hidup,, kemudian kembali mencari kekebenaran . dan kalian yang sudah terlanjur masuk lalu di jadikan kurban bersyukurlah juga karna penyesalan tak pernah datang di awal.
kejalan benar itu sulit men apa lagi harus mengajak berpuluh puluh kepala.
mereka hanya cari aman dan tak berani menanggung resiko.
ingat mereka yang sukses tak selalu melalui kehidupan yang tenang.
pelaut yang hebat juga tak berasal dari laut yang tenang.
jangan takut untuk sendiri.
jika sendiri mu nanti akan di sertai mereka yang mulai mempercayaimu.
itu mungkin judul yang bakalan buat kalian bingung, atau tak bingung jika sudah mengalaminya !
okk kali ini gua akan cerita pengalam gua masalah hal tersebut dimana ketika kebenaran malah dianggap buruk,, sampai sampai gua harus di jauhi hampir satu kelas kuliah gua,, bukan karna gua salah hanya karna ketika lo berbuat kebenaran dan malah lo yang jadi sasaran pemitnahan. mereka tahu kita benar tapi mereka diam seperti hal nya negara ini ketika mereka berkuasa mereka dapat melakukan segalanya. seperti domba yang digiring masuk kandang dan menunggu untuk di pangkas bulunya atau dijadikan daging kurban. ketika kalian masih dipangkas bulu bulukalian bersyukurlah kalian masih hidup,, kemudian kembali mencari kekebenaran . dan kalian yang sudah terlanjur masuk lalu di jadikan kurban bersyukurlah juga karna penyesalan tak pernah datang di awal.
kejalan benar itu sulit men apa lagi harus mengajak berpuluh puluh kepala.
mereka hanya cari aman dan tak berani menanggung resiko.
ingat mereka yang sukses tak selalu melalui kehidupan yang tenang.
pelaut yang hebat juga tak berasal dari laut yang tenang.
jangan takut untuk sendiri.
jika sendiri mu nanti akan di sertai mereka yang mulai mempercayaimu.
Jumat, 19 Agustus 2016
Siapa yang salah ?
SIAPA YANG SALAH ?
Ntah media sekarang ini memihak kepada siapa , apa kah kepada kebenaran atau kepada kesalahan, karna media seperti pedang bermata dua ketika digunakan bisa jadi senjata perlindungan atau menjadi senjara makan tuan. Inilah yang terjadi sekarang dimana media mendominasi seluruh kalarangn warga dunia yang dimana tidak tau kenyataa yang sebenarnya yang terjadi, dan membuat kita semua bingung.
Contoh Kasus yang Membingungkan Diindonesia seperti kasus pembunuhan yang Menggunakan Sianida tak perlu saya sebut namanya karna kasus ini sudah berjalan lumayan lama, di persidangan semua di pertontonkan dengan saksi saksi ahli dan bukti bukti yang terkait namun semua itu terasa tidak lengkap karna kuasa hukum pelaku pun juga pintar dalam berurusan dengan masalah ini dan pada akhirnya kasus ini terus berlanjut sampai sekarang , walau pun sudah ada bukti namun tak dapat dibuktikan dikarnakan pertanyaan pertanyaan kuasa hukum sang pelaku yang keberatan dengan jawaban saksi saksi ahli sehingga masyarakat umum bingung dengan apa yang terjadi.
Contoh lagi kasus narkoba yang di latar belakangi oleh para petinggi petinggi apa lah itu sejenis penjaga rumah yang mengongong ketika lapar dan ketika diberimakan mereka diam sehingga narkoba pun berkeliaran di negri ini sampai di jeruji besi. disini pun terjadi komplik media, SIAPA YANG SALAH ? apakah para penjaga yang membiarkan mereka membawa barang haram itu ? atau si pengedar yang terlalu pintar sehingga lepas dari pengawasan. ?
mungkin ini yang dinamakan demokrasi, Negara itu Dari rakyat, oleh rakyat , untuk rakyat.
para Penjaga itu, para Petinggi itu siapa yang buat ? rakyat.
para Mafia itu siapa ? Rakyat
Terus apa yang didapat rakyat ? Permainan yang pintar dari proses demokrasi itu sendiri.
Rabu, 10 Agustus 2016
Untuk Apa ?
Kalian pasti bingung kenapa judulnya , "untuk apa ?". bahkan saya pun bingung apa yang akan saya tulis.
ok kali ini saya akan berbagi cerita tentang untuk apa ?
sebenarnya untuk apa adalah sebuah pertanyaan untuk orang yang tidak tau tentang suatu hal atau suatu masalah yang sedang dihadapinya.
serta untuk apa biasanya banyak digunakan untuk mereka yang ingin berkembang dan ingin memiliki kemauan untuk menjadi lebih baik, namun terkadang untuk apa di pandang salah dari mereka yang di ajukan pertanyaan ini. mereka yang menerima pertanyaan ini malah seakan enggan menjawab karena menurut mereka hanya membuang buang waktu. padahal orang yang bertanya pada mereka sangat memerlukan jawaban itu sendiri. jadi para pendengar dan pembaca tulisan ini di mohon untuk memberikan jawaban diatas semua pertanyaan orang lain, tapi ingat ada batasan bertanya dan menjawab. bertanyalah sebatas ke ingin tauan kalian jangan lebih dan apabila mereka menolak menjawab pahamilah karena mungkin itu privasi atau juga rahasia. dan untuk yang diminta jawaban jawab lah sepintar mungkin dan semudah mungkin agar si penanya menerima dengan mudah jawaban kalian apalagi ini pertanyaan yang penting.
ok kali ini saya akan berbagi cerita tentang untuk apa ?
sebenarnya untuk apa adalah sebuah pertanyaan untuk orang yang tidak tau tentang suatu hal atau suatu masalah yang sedang dihadapinya.
serta untuk apa biasanya banyak digunakan untuk mereka yang ingin berkembang dan ingin memiliki kemauan untuk menjadi lebih baik, namun terkadang untuk apa di pandang salah dari mereka yang di ajukan pertanyaan ini. mereka yang menerima pertanyaan ini malah seakan enggan menjawab karena menurut mereka hanya membuang buang waktu. padahal orang yang bertanya pada mereka sangat memerlukan jawaban itu sendiri. jadi para pendengar dan pembaca tulisan ini di mohon untuk memberikan jawaban diatas semua pertanyaan orang lain, tapi ingat ada batasan bertanya dan menjawab. bertanyalah sebatas ke ingin tauan kalian jangan lebih dan apabila mereka menolak menjawab pahamilah karena mungkin itu privasi atau juga rahasia. dan untuk yang diminta jawaban jawab lah sepintar mungkin dan semudah mungkin agar si penanya menerima dengan mudah jawaban kalian apalagi ini pertanyaan yang penting.
Langganan:
Postingan (Atom)